Kunjungan wisatawan mancanegara ke Provinsi Jawa Barat meningkat. Para pelancong dari luar negeri datang ke Tanah Pasundan melalui dua pintu masuk yakni Bandara Husein Sastranegara Bandung dan Pelabuhan Muarajati Cirebon.
Peningkatan kunjungan tercatat sepanjang Januari-Mei 2019 yakni mencapai 67.139 orang. Angka tersebut meningkat 4,97 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2018 yang mencapai 63.960 orang.
Dalam upaya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik, pemerintah dan para pelaku pariwisata di Jawa Barat didorong untuk terus berinovasi mengembangkan beragam destinasi dan atraksi pariwisata.
Dari catatan yang ada, saat ini mulai terjadi diversifikasi kebangsaan wisatawan mancanegara yang melancong ke Tatar Priangan.
“Terjadi diversifikasi yang ditandai dengan munculnya wisatawan dari kebangsaan lain seperti Tiongkok, Korea Selatan, dan Jepang,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat Dody Herlando saat jumpa media di Bandung, Senin (1/7/2019).
Dikatakannya, dari total kunjungan wisatawan mancanegara tersebut, wisatawan Malaysia masih mendominasi kunjungan dengan persentase mencapai 64,7 persen. Kunjungan berikutnya berasal dari Singapura, India, Thailand, dan Amerika Serikat sebagai lima besar negara penyumbang kunjungan terbanyak ke Jawa Barat.
Secara nasional, wisatawan asal Malaysia juga tercatat mendominasi kunjungan ke Indonesia. Sepanjang tahun 2019 wisawatan dari Negeri Jiran melancong ke tanah air sebanyak 1,3 juta orang (20,48 persen). Selanjutnya, wisatawan Tiongkok 882.900 orang (13,86 persen), Singapura 739.700 orang (11,61 persen), Timor Leste 506.300 orang (7,95 persen), dan Australia 483.900 orang (7,6 persen). (IA)*