POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – BUMD yang bergerak di sektor industri pariwisata, PT. Jaswita Jabar terus melakukan inovasi sekaligus terus berbenah untuk menjaga kinerja bisnis di tengah pandemi. Salah satu langkah besar yang diambil adalah membuka layanan sewa kapal phinisi di Labuan Bajo di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Direktur Utama Jaswita, Deni Nurdiana Hadimin mengatakan berbagai penetrasi bisnis dan membuka potensi menjadi fokus utama setelah industri pariwisata sempat tertahan oleh pandemi Covid-19. Ia optimsitis semuanya akan membaik seiring dengan kedaruratan yang mulai terkendali.

Ia mengungkapkan, saat dipercaya menjabat sebagai Direktur Utama dua tahun lalu, pesan yang disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil adalah membawa bisnis sektor pariwisata bisa menggeliat ke luar daerah. Apalagi, sektor pariwisata merupakan salah satu andalan dari banyak janji politik Ridwan Kamil.

“Semua sedang berposes karena usia kita baru 4 tahun, saat pandemi kami tidak melakukan PHK. Ke depan kita akan terus berkembang salah satunya (memulai layanan sewa) kapal Phinisi di Labuan Bajo,” kata dia saat ditemui usai acara ulang tahun Jaswita di Hotel Preanger, Kota Bandung, Jumat (12/11).

Saham layanan penyewaan kapal Phinisi di Labuan Bajo 70 persen dimiliki oleh PT. Jaswita, sisanya adalah PT. Tibra Bajo. Meski dijadwalkan dibuka secara resmi tahun depan, namun layanan sudah mulai berjalan.

“Kami melihat ini peluang bisnis dan banyak sekali orang Jawa Barat yang berwisata ke sana. Jadi sekarang itu mulai banyak yang bertanya ke kita untuk sewa kapal. Phinisi kita boleh dibilang paling keren, paling lengkap,” jelas dia.

“Di Labuan Bajo ini kita tawarkan wisata laut, karena banyak pulau-pulau kecil dan itu wisata premium. Satu hari sewa Phinisi itu Rp. 75 juta. Jaswita kita baru punya satu unit, targetnya sampai 2023 itu kita punya tiga unit lagi,” ia melanjutkan.

Nilai investasi dari bisnis ini ia ungkapkan sebesar kurang lebih Rp 10 miliar. Deni menargetkan bisa mencapai Break Event Point (BEP) bisa direalisasikan tiga tahun ke depan. Perhitungannya, dalam sebulan bisa melakukan delapan trip.

“Phinisi kita didesign dengan budaya Sunda, ada sentuhan dari Kang Emil sebagai Gubernur. Resmi dibuka itu tahun depan. Tapi bulan ini sudah ada lima penyewaan. Kita optimistis lah BEP dalam tiga tahun,” terang dia.

Sementara itu, Komisaris Utama Jaswita Jabar, Yossi Irianto menyebut masa sulitnya industri pariwisata sudah dilewati setelah pengendalian pandemi berjalan. Inovasi layanan sewa kapal di Labuan Bajo adalah tantangan serta peluang yang harus dimaksimalkan dengan baik.

“Ini jadi tantangan Jaswita ke depan, agar tidak hanya jago kandang. Kita kolaborasi dengan pemerintah setempat, kita punya ruang di sana, karena dalam bisnis itu ada ruang ada kesempatan,” pungkasnya.

 

Sumber : https://bandung.pojoksatu.id/read/2021/11/12/tak-ingin-jago-kandang-jaswita-siap-jalankan-bisnis-layanan-sewa-kapal-phinisi/