BUMD PT Jasa dan Kepariwisataan (Jaswita) Jabar dipercaya untuk mengelola Pondok Seni Pangandaran dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat.

Serah terima pengelolaan Pondok Seni Pangandaran ini dihadiri jajaran direksi dan komisaris PT Jasa dan Kepariwisataan Jabar (perseroda), Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Benny Bachtiar dan Kabid pengelolaan barang milik daerah Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Dwi Agus, serta Kepala UPTD Pengelolaan Kebudayaan Daerah Jawa Barat Dinas Erick Henriana.

Serah terima ini menandai kerjasama penyerahan pengelolaan Pondok Seni Pangandaran oleh Jaswita Jabar sebagai BUMD yang bergerak di sektor properti dan pariwisata, agar optimalisasi pendayagunaan dan pemanfaatan asset milik Pemerintah provinsi Jawa Barat tersebut dapat tercapai.

Penunjukan Jaswita Jabar untuk merevitalisasi dan mengelola Pondok Seni Pangandaran berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penugasan Kepada Perseroan Terbatas Jasa dan Kepariwisataan Jabar (Perusahaan Perseroda Daerah) dalam Pengelolaan Pondok Seni Pangandaran.

Pondok Seni Pangandaran merupakan pusat kegiatan seni dan budaya yang dibangun oleh Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat sebagai sarana pertunjukan kesenian tradisi dan pengembangan kreasi seni Jawa Barat yang diperuntukan bagi kalangan seniman daerah.

Direktur Utama PT. Jasa dan Kepariwisataan Jawa Barat (Perseroda) Deni Nurdyana Hadimin menjelaskan, kepercayaan yang diperoleh Jaswita Jabar untuk mengelola Pondok Seni Pangandaran menjadi bagian dari upaya menjadi ortudaah properti dan pariwisata terpercaya pada tahun 2025.

Pariwisata di Jawa Barat akan meningkat jika nilai-nilai budaya terus dilestarikan. Pelestarian budaya menjadi efektif ketika seni budaya tetap diberi ruang dan dijalankan dengan penuh kebanggaan.

Ini juga sejalan dengan rencana pengembangan, pembangunan dan revitalisasi kawasan Pondok Seni Pangandaran yang selain akan dikembangkan sebagai sarana wisata berupa resort, juga menitikberatkan pada pembangunan sarana seni dan budaya.

“Pelestarian kebudayaan lokal tentunya menjadi perhatian kami. Para wisatawan berwisata ke Pangandaran bertujuan untuk menikmati alamnya. Hal tersebut dapat lebih menarik jika Jaswita Jabar dapat menyeimbangkan keindahan alam, sarana wisata berupa resort sekaligus memanfaatkan kesenian daerah dalam bentuk pertunjukan yang dapat menjadi nilai tambah bagi pondok seni,” ungkapnya melalui siaran pers yang diterima, Minggu (16/1).

Serah terima pengelolaan Pondok Seni Pangandaran ini juga merupakan salah satu upaya manajemen Jaswita Jabar mempersiapkan diri menyambut pulihnya kembali bisnis pariwisata.

“Yang terpenting kami sudah siap, sehingga saat kondisi pandemi berakhir dan iklim bisnis dan berusaha sudah pulih, kami pun siap menghadirkan Pondok Seni Pangandaran ini untuk para wisatawan,” jelasnya.

“Dengan mengelola Pondok Seni Pangandaran, kita berharap mampu meningkatkan kontribusi Jaswita kepada pemprov Jabar dalam bentuk PAD,” katanya.

Upaya ini juga selaras dengan harapan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kepada Jaswita Jabar agar mampu mengelola, memanfaatkan dan mengoptimalkan pendayagunaan barang milik daerah berupa Pondok Seni Pangandaran ini sebagai pusat pengembangan Pariwisata berbasis seni dan budaya di wilayah Priangan Timur “Hawaii” Jawa Barat dan menambah pendapatan asli daerah Jawa Barat.

 

Sumber : https://bandung.pojoksatu.id/read/2022/01/16/sambut-pemulihan-industri-pariwisata-pondok-seni-pangandaran-dikelola-jaswita/

About Post Author